sakuntalla


TOLOK UKUR, INDIKATOR, DAN PARAMETER KESALAHAN PERDA
April 16, 2008, 12:15 pm
Filed under: Article

Muchamad Ali Safa’at

 

 

Peraturan Daerah, seperti halnya peraturan perundang-undangan yang lain, terikat pada norma-norma hukum baik dari sisi paradigma, substansi, maupun prosedur pembuatannya. Ikatan norma-norma tersebut menentukan karakteristik dan keberlakuan Perda tersebut. Sebagai Tolak ukur (titik pangkal pengukuran) Perda, ada beberapa pemikiran yang perlu diperhatikan yaitu; Paradigma hukum, Syarat keberlakuan hukum, dan penafsiran hukum.

 

I. TOLAK UKUR

A.    Paradigma Hukum

Hukum selalu dipasangkan dengan masyarakat. Di mana ada masyarakat disitu ada hukum. Bagaimana kedua hal ini berhubungan? Hukum sering dilihat sebagai variabel bebas dari pengaruh masyarakat dan sebaliknya hukumlah yang mempengaruhi (bahkan menentukan perkembangan masyarakat. Hukum yang dibuat semata-mata dalam paradigma ini cenderung berwarna elitis dan otoriter.

Hukum juga bisa dilihat sebagai gejala sosial atau produk dari perkembangan sosial (independent variable). Hukum mencerminkan apa yang ada dan terjadi di masyarakat, sehingga corak substansi hukumnya lebih populis dan responsif.

Sebagai gejala dan produk sosial, hukum juga dipengaruhi oleh dua paradigma sosial yaitu paradigma konflik dan konsesus. Hal ini menimbulkan dua pandangan tertang hukum dalam masyarakat, yaitu:

1.      The Integration-concensus Perspective

          fungtionally integrited

          relativity stable system

          hold together by a basic concensus of value

          Melihat hukum sebagai perangkat netral untuk mempertahankan integrasi sosial. Salah satu tokohnya adalah Roscue Pound dan Talcot Parson. Hukum untuk memperlancar hubungan-hubungan yang terancam pada saat terjadi konflik. Hukum memberi harmoni. Fungsi utama dari sistem hukum adalah integrasi sosial. Hukum melicinkan kembali lembaga-lembaga sosial. Law exist to maintain order and stability.

2.      The Conflict-coercion Perspective

          Characterized by conflict.

          Hold together by coercion.

          Order is temporary.

 

Dalam kenyataannya, suatu sistem hukum dan produk-produk hukum tidak pernah hanya mewakili satu paradigma tertentu. Hukum selalu merupakan perpaduan antara kenyataan dalam masyarakat dan upaya perubahan sosial. Arah dan kehendak terhadap peran, fungsi,  dan kedudukan hukum merupakan wilayah kajian politik hukum.

 

B.     Syarat Keberlakuan Hukum

Syarat keberlakuan hukum tidak hanya berupa bahwa hukum tersebut telah ditetapkan, tetapi hukum tersebut juga bisa berlaku secara efektif. Suatu produk hukum yang baik dan benar adalah yang sah dan berlaku efektif. Syarat-syarat ini juga merupakan titik pangkal dalam mengidentifikasi kesalahan-kesalahan dalam produk hukum, khususnya Perda. Syarat-syarat keberlakuan tersebut adalah:

1.      Memenuhi syarat Filosofis

Norma hukum berlaku efektif jika memenuhi cita-cita kolektif masyarakatnya.

2.      Memenuhi syarat yuridis

Secara yuridis, ada 3 kreteria suatu norma bisa berlaku efektif, yaitu

a)      Norma tersebut tidak bertentangan dan sesuai dengan norma yang lebih tinggi (materiil toetsing).

Bertentangan (contra legem), Tidak sesuai (penyimpangan, misalnya penambahan sesuatu yang pada norma di atasnya sudah ditegaskan).

b)      Norma yang berlaku ditetapkan dengan prosedur yang sah (formil toetsing)

c)      Norma yang berlaku ditetapkan oleh lembaga yang berwenang (formil toetsing)

3.      Memenuhi syarat Sosiologis

Syarat sosiologis diperlukan untuk memperoleh social support. Ada berbagai macam teori tentang berlakunya hukum secara sosiologis, diantaranya yaitu:

  1. Harus diterima oleh masyarakat (Teori Social Acceptance)
  2. Diakui oleh masyarakat (teori social recognition)
  3. Diberlakukan dengan kekuasaan (Power Theory)
  4. Kenyataannya berlaku (teori faktisitas)

4.      Memenuhi Syarat Politis

Berlakunya hukum harus mendapatkan dukungan politis. Hukum merupakan produk dari konfigurasi politik (lihat buku Moh. Mahfud).

 

C.    Bahasa Hukum

Dalam ilmu hukum, juga dalam studi dokumen yang lain, terdapat aturan penafsiran atas suatu teks. Penafsiran hukum terdiri dari penafsiran: (1) gramatikal, (2) sistemik, (3) historis, dan (3) sosiologis. Keempat macam penafsiran ini harus dilakukan secara berurutan. Dalam memahami suatu pasal pertama kali harus digunakan penafsiran gramatikal, apabila tidak bisa dipahami dari kata dan kalimat pasal tersebut baru dilakukan penafsiran sistemik dari seluruh substansi produk hukum tersebut. Begitu selanjutnya sampai pada penafsiran sosiologis.

Perda yang baik adalah perda yang menggunakan bahasa hukum yang jelas dan bermakna tunggal bagi setiap orang yang membacanya. Hanya dibutuhkan penafsiran gramatikal untuk memahami Perda yang menggunakan bahasa hukum yang baik. Jika cukup digunakan penafsiran gramatikal, maka perbedaan penafsiran dapat diperkecil. Penggunaan penafsiran lain akan menambah perbedaan-perbedaan yang tentu menyulitkan dalam penerapan hukumnya.

 

II. INDIKATOR DAN PARAMETER KESALAHAN PERDA

Tidak semua tolak ukur dapat dengan mudah diidentifikasikan bentuknya dalam indikator dan parameter kesalahan Perda. Di bawah ini adalah beberapa aspek identifikasi yang relatif mudah dan sering dilakukan.

 

TOLAK UKUR

INDIKATOR

PARAMETER

Filosofis

Penolakan dari masyarakat

Kehendak umum, norma kesusilaan, norma agama, norma adat.

Normatif

1.      Substansi Bertentangan dengan aturan yang lebih tinggi.

2.      Pembuatan tidak sesuai dengan prosedur.

3.      Dibuat oleh lembaga yang tidak berwenang

4.      Substansi bertentangan dengan aturan lain yg sejajar.

 

1. Aturan yang lebih tinggi.

2. Keputusan Yudicial review.

3. Batal demi hukum dan dapat dibatalkan.

1.       

2.       

Sosiologis

1.  penolakan dari masyarakat, terutama “subyek” yang diatur.

3. banyak dilanggar.

2. diberlakukan dengan paksaan (kekuasaan/kekuatan)

 

Norma yang hidup dalam masyarakat dan rasa keadilan.

Politis

Tidak berlaku secara efektif

Konfigurasi politik saat itu

Penafsiran

Multi-intepretable

Bahasa hukum yang “clear


Leave a Comment so far
Leave a comment



Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s



%d bloggers like this: